Kualitas Air Banjarmasin dan Dampaknya Terhadap Gigi Anak: Panduan Orang Tua
Penulis
Dr. drg. Renie Kumala Dewi, Sp.KGA
Terbit
8 Juni 2026

Bagaimana Kualitas Air Banjarmasin Memengaruhi Gigi Anak?
Hubungan kualitas air Banjarmasin dengan kesehatan gigi anak terletak pada tingkat keasaman (pH) air rawa dan sungai yang cenderung rendah (asam) serta kandungan mineral esensial seperti fluoride yang sangat minim, sehingga mempercepat proses pengikisan enamel gigi jika air tersebut digunakan terus-menerus tanpa pengolahan yang memadai.
Kondisi geografis Banjarmasin yang didominasi oleh lahan basah, rawa pasang surut, dan aliran sungai besar menghadirkan tantangan tersendiri bagi sanitasi keluarga. Banyak rumah tangga di Banjarmasin yang masih memanfaatkan air sungai atau air sumur rawa untuk aktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK), termasuk untuk menyikat gigi dan berkumur. Mengingat email gigi anak-anak jauh lebih tipis dan sensitif dibandingkan gigi orang dewasa, paparan air dengan tingkat keasaman tinggi dan mineral rendah secara berulang-ulang dapat memicu kerusakan gigi yang masif sejak usia dini.
Oleh karena itu, orang tua di Banjarmasin perlu memahami kaitan erat antara air yang digunakan sehari-hari dengan risiko karies gigi pada si kecil. Langkah pencegahan yang tepat sejak dini dapat membantu melindungi senyum anak agar tetap sehat dan kuat hingga mereka tumbuh dewasa.
Memahami Karakteristik Air Sungai dan Rawa di Banjarmasin
Berdasarkan data riset lingkungan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, air permukaan di Banjarmasin, terutama dari daerah aliran sungai (DAS) Martapura dan Barito, memiliki tingkat keasaman (pH) yang berkisar antara 4,5 hingga 5,5. Angka keasaman ini jauh di bawah batas standar netral yang aman untuk kesehatan, yaitu pH 7. Menurut standar kualitas air bersih dari Kementerian Kesehatan RI, standar air bersih yang layak untuk dikonsumsi dan digunakan untuk kebutuhan higiene sanitasi idealnya berada di rentang pH 6,5 hingga 8,5.
Selain memiliki keasaman yang tinggi, air di lahan gambut dan sungai Banjarmasin juga terbukti sangat miskin akan mineral esensial, khususnya fluoride dan kalsium. Studi dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menunjukkan bahwa kandungan fluoride alami dalam air permukaan Banjarmasin rata-rata berada di bawah 0,1 miligram per liter (mg/L). Nilai kandungan fluoride ini jauh di bawah batas aman yang disarankan oleh World Health Organization (WHO) untuk pencegahan kerusakan gigi secara sistemik, yaitu minimal berkisar antara 0,5 hingga 1,5 mg/L.
Kombinasi antara sifat air yang korosif (asam) dengan minimnya asupan mineral penguat ini menciptakan lingkungan mulut yang sangat rentan bagi perkembangan karies gigi pada anak-anak di Banjarmasin.
Mengapa Air Asam dan Rendah Fluoride Merusak Email Gigi Anak?
Proses pengikisan enamel gigi akibat paparan zat asam dikenal secara medis dengan istilah erosi gigi. Enamel atau email gigi adalah lapisan pelindung terluar gigi yang berfungsi melindungi jaringan sensitif di dalamnya dari kerusakan mekanis dan kimiawi. Enamel gigi anak-anak memiliki struktur mikro yang lebih berpori dan ketebalan yang hanya setengah dari email gigi permanen orang dewasa. Hal ini membuat email gigi susu anak sangat rentan mengalami pelarutan mineral (demineralisasi) ketika bersentuhan langsung dengan air yang memiliki pH di bawah 5,5.
Saat anak menyikat gigi atau berkumur menggunakan air sungai atau air sumur yang bersifat asam, air tersebut akan menurunkan tingkat keasaman (pH) dalam rongga mulut mereka secara drastis. Jika rongga mulut berada dalam kondisi asam untuk waktu yang lama, air liur (saliva) kehilangan kemampuannya untuk mengembalikan mineral gigi yang hilang melalui proses remineralisasi alami. Proses erosi email yang dibiarkan terus berlanjut tanpa perlindungan mineral yang cukup akan membuat lapisan gigi menipis, memicu sensitivitas gigi, dan mempercepat terbentuknya lubang gigi yang dalam.
Kerusakan email akibat air asam ini akan bertambah parah bila didukung oleh kebiasaan mengonsumsi makanan manis tanpa diimbangi perawatan kebersihan gigi yang teratur dari dokter gigi anak Banjarmasin.
Dampak Kurangnya Fluoride pada Pertumbuhan Gigi Anak
Fluoride adalah mineral alami yang terbukti sangat efektif untuk memperkuat struktur email gigi dan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab karies. Ketika pasokan fluoride dalam air bersih sangat minim, gigi anak tidak mendapatkan proteksi tambahan yang dibutuhkan untuk melawan serangan asam dari makanan dan bakteri mulut. Ketiadaan mineral pelindung ini menjadi salah satu alasan mengapa angka kejadian karies pada anak di Banjarmasin tergolong sangat tinggi, bahkan melebihi rata-rata nasional.
Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang diterbitkan oleh Kementerian Kesehatan RI, prevalensi karies gigi pada anak usia dini di Indonesia mencapai angka 93%. Di wilayah Kalimantan Selatan sendiri, khususnya Banjarmasin, survei lokal dari Departemen Kedokteran Gigi Anak ULM mencatat prevalensi karies pada anak-anak yang tinggal di sekitar bantaran sungai mencapai lebih dari 85%. Anak-anak ini sebagian besar menggunakan air sungai mentah untuk berkumur sehari-hari tanpa disaring secara kimiawi terlebih dahulu untuk meningkatkan derajat pH dan mineralnya.
Tanpa adanya paparan fluoride yang cukup, baik dari air bersih maupun pasta gigi berfluoride, usaha orang tua untuk menerapkan cara mencegah gigi berlubang pada anak akan menjadi kurang optimal.
Tabel Perbandingan Kualitas Air dan Risikonya Terhadap Gigi Anak
Untuk membantu orang tua memahami tingkat keamanan air yang digunakan di rumah, berikut adalah tabel perbandingan karakteristik air berdasarkan sumbernya di Banjarmasin dan potensi dampak kesehatannya bagi gigi anak:
| Jenis Sumber Air | Rata-Rata pH | Kandungan Fluoride | Potensi Risiko pada Gigi Anak | Rekomendasi Penggunaan |
|---|---|---|---|---|
| Air Sungai / Sumur Gambut Mentah | 4.0 – 5.5 | Sangat Rendah (<0.1 mg/L) | Sangat Tinggi: Memicu demineralisasi cepat, erosi email gigi, gigi sensitif, dan karies parah. | Hindari: Jangan digunakan untuk berkumur atau menyikat gigi anak. |
| Air PDAM Banjarmasin (Terolah) | 6.5 – 7.5 | Rendah (<0.2 mg/L) | Rendah: Aman dari segi keasaman, namun masih memerlukan perlindungan fluoride tambahan. | Aman: Dapat digunakan untuk mandi, menyikat gigi, dan berkumur anak. |
| Air Minum Kemasan / Air Isi Ulang | 6.8 – 8.0 | Rendah hingga Sedang | Sangat Rendah: Bebas dari zat asam korosif, menjaga keseimbangan pH mulut dengan sangat baik. | Sangat Dianjurkan: Sangat direkomendasikan untuk kumur saat menyikat gigi. |
Panduan Melindungi Gigi Anak dari Dampak Kualitas Air Lokal
Sebagai orang tua di Banjarmasin, Anda dapat melakukan beberapa langkah praktis berikut ini untuk meminimalkan dampak buruk air asam lokal terhadap gigi si kecil:
- Gunakan Air Bersih Layak untuk Aktivitas Gigi: Hindari penggunaan air sungai atau sumur tanpa filtrasi untuk berkumur dan menyikat gigi anak. Selalu gunakan air PDAM yang sudah memenuhi standar kebersihan, atau gunakan air minum kemasan/isi ulang untuk aktivitas kumur anak.
- Gunakan Pasta Gigi Berfluoride Sejak Dini: Mengingat air di Banjarmasin minim fluoride, pastikan anak menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride sesuai dosis aman usia mereka. Untuk anak di bawah 3 tahun gunakan seukuran biji beras, dan untuk usia 3-6 tahun gunakan seukuran kacang polong. Anda dapat mempelajari lebih lengkap mengenai pentingnya fluoride untuk memperkuat email gigi.
- Lakukan Perawatan Aplikasi Fluoride Profesional: Bawa anak Anda ke klinik spesialis untuk mendapatkan aplikasi fluoride topikal (fluoride varnish) secara rutin setiap 6 bulan sekali guna memberikan proteksi ekstra yang tidak didapatkan dari air rumah tangga.
- Perhatikan Jadwal Kunjungan Pertama: Sangat disarankan untuk memeriksakan gigi si kecil saat gigi pertamanya tumbuh atau paling lambat pada ulang tahun pertamanya. Informasi lebih detail dapat dibaca di panduan kapan anak ke dokter gigi.
FAQ: Pertanyaan Seputar Kualitas Air dan Gigi Anak di Banjarmasin
Apakah air sumur bor di Banjarmasin aman untuk sikat gigi anak?
Air sumur bor di daerah Banjarmasin sering kali bersumber dari lahan gambut yang memiliki sifat asam (pH rendah) dan kandungan zat besi yang tinggi. Air jenis ini kurang aman digunakan untuk berkumur anak karena dapat mengikis email gigi serta menimbulkan noda kekuningan (stain) pada permukaan gigi anak. Sebaiknya gunakan air bersih terolah atau air mineral untuk menyikat gigi anak.
Mengapa gigi anak saya tetap keropos padahal rajin menyikat gigi?
Selain faktor cara menyikat gigi dan pola makan manis, penggunaan air dengan pH rendah (asam) untuk berkumur sehari-hari bisa menjadi penyebab tersembunyi. Air asam melarutkan mineral pelindung gigi lebih cepat daripada proses pembersihan biasa. Selain itu, pastikan pasta gigi yang digunakan sudah mengandung fluoride dalam jumlah yang disarankan.
Apakah menyaring air sumur dengan filter biasa bisa menaikkan pH dan fluoride?
Filter air biasa (seperti filter karbon aktif atau pasir) umumnya hanya efektif menyaring kotoran fisik, menjernihkan warna air, dan mengurangi bau. Filter standar tersebut tidak bisa menaikkan kadar pH air asam secara signifikan atau menambahkan mineral fluoride. Diperlukan sistem filter khusus bermineralisasi kimia untuk menetralkan asam dan menambah kadar mineral air.
Seberapa sering anak harus mendapatkan aplikasi fluoride profesional di klinik?
Untuk anak-anak yang tinggal di daerah dengan kualitas air minim fluoride seperti Banjarmasin, American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD) menyarankan aplikasi fluoride profesional berupa fluoride varnish di klinik gigi setiap 6 bulan sekali. Prosedur ini sangat aman, cepat, dan memberikan perlindungan intensif terhadap asam.
Apakah air minum kemasan galon mengandung cukup fluoride untuk anak?
Sebagian besar air minum kemasan galon di Indonesia memiliki pH netral yang sangat aman untuk mulut, namun kandungan fluoride alaminya bervariasi dan umumnya tetap tergolong rendah. Oleh sebab itu, kebutuhan fluoride anak tetap harus dipenuhi melalui penggunaan pasta gigi berfluoride secara teratur dan aplikasi fluoride topikal oleh dokter spesialis gigi anak.
Kesimpulan
Kondisi kualitas air lokal di Banjarmasin yang cenderung asam dan minim kandungan fluoride menjadi tantangan nyata bagi kesehatan gigi anak-anak kita. Penggunaan air sungai atau rawa tanpa penyaringan yang memadai secara bertahap akan melarutkan mineral email gigi anak, mempercepat keropos, dan meningkatkan risiko karies gigi yang parah.
Sebagai langkah pencegahan, mulailah beralih menggunakan air bersih layak (pH netral) untuk menyikat gigi dan berkumur anak, gunakan pasta gigi berfluoride secara rutin, serta batasi asupan makanan manis. Lakukan kontrol kesehatan gigi anak Anda setiap 6 bulan sekali untuk memantau tumbuh kembang dan mendapatkan proteksi terbaik bagi gigi mereka.
Jika Anda ingin memastikan kondisi gigi si kecil terlindung dengan baik dari dampak air lokal, konsultasikan perawatan pencegahan karies bersama kami di Klinik Renie Dent.
Renie Dent – Dokter Gigi Anak & Keluarga Banjarmasin
Layanan konsultasi, aplikasi fluoride profesional, dan perawatan gigi anak ramah anak bersama dokter spesialis.
Hubungi Kami via WhatsApp untuk Reservasi Kunjungan