Kembali ke Blog
Edukasi
9 menit

Behel Anak: Kapan Waktu yang Tepat dan Apa Saja Pilihannya?

Penulis

Dr. drg. Renie Kumala Dewi, Sp.KGA

Terbit

19 Mei 2026

Behel Anak: Kapan Waktu yang Tepat dan Apa Saja Pilihannya?

Behel untuk Anak: Lebih dari Sekadar Estetika

Kapan anak harus mulai pakai behel? Menurut American Association of Orthodontists (AAO), setiap anak sebaiknya menjalani evaluasi ortodonti pertama pada usia 7 tahun. Pada usia ini, gigi permanen pertama sudah tumbuh dan dokter gigi dapat mendeteksi masalah susunan gigi sejak dini, bahkan sebelum semua gigi permanen muncul.

Banyak orang tua menganggap behel hanya masalah kosmetik. Padahal, susunan gigi yang tidak teratur (maloklusi) pada anak dapat menyebabkan masalah yang jauh lebih serius: kesulitan mengunyah, gangguan bicara, kerusakan gigi akibat tekanan tidak merata, dan masalah sendi rahang di kemudian hari.

Di Renie Dent Banjarmasin, kami sering menemui orang tua yang bertanya tentang waktu yang tepat untuk memasang behel pada anak. Artikel ini menjawab semua pertanyaan umum tentang ortodonti anak berdasarkan bukti ilmiah dan pengalaman klinis kami.


Tanda-tanda Anak Memerlukan Evaluasi Ortodonti

Orang tua perlu waspada terhadap tanda-tanda berikut yang mengindikasikan anak mungkin memerlukan perawatan ortodonti:

Tanda yang Terlihat

  • Gigi berjejal (crowding): gigi bertumpuk atau tumbuh tidak beraturan karena rahang terlalu sempit
  • Gigi renggang (spacing): jarak berlebihan antar gigi
  • Gigi depan atas maju (overjet/protrusion): gigi depan atas terlalu ke depan, rentan patah saat anak jatuh
  • Gigitan terbalik (crossbite): gigi atas berada di belakang gigi bawah saat menggigit
  • Gigitan terbuka (open bite): gigi atas dan bawah tidak bertemu saat mulut ditutup, sering disebabkan kebiasaan mengisap jempol
  • Gigi permanen tumbuh di posisi salah: gigi tumbuh di luar lengkung gigi normal

Tanda Fungsional

  • Anak kesulitan menggigit atau mengunyah makanan
  • Anak sering menggigit pipi atau langit-langit tanpa sengaja
  • Rahang berbunyi "klik" saat membuka atau menutup mulut
  • Anak bernapas melalui mulut secara kronis (mouth breathing)
  • Gangguan bicara seperti cadel yang tidak membaik sesuai usia

Catatan penting: Beberapa kebiasaan mulut anak seperti mengisap jempol, tongue thrusting, atau mouth breathing yang berkepanjangan dapat menyebabkan maloklusi. Menghentikan kebiasaan ini sejak dini dapat mencegah atau mengurangi kebutuhan perawatan ortodonti di kemudian hari.


Perbedaan Maloklusi pada Anak vs Dewasa

Perawatan ortodonti pada anak memiliki keunggulan signifikan dibandingkan perawatan pada orang dewasa:

Aspek Anak (7–14 tahun) Dewasa (18+ tahun)
Pertumbuhan rahang Masih dalam masa pertumbuhan → bisa diarahkan Sudah berhenti tumbuh → hanya bisa menggeser gigi
Respons tulang Tulang lebih lunak dan responsif → gigi bergerak lebih cepat Tulang lebih padat → pergerakan gigi lebih lambat
Koreksi skeletal Bisa memperbaiki masalah rahang tanpa operasi Kasus berat mungkin memerlukan bedah ortognati
Durasi perawatan Umumnya 12–24 bulan Umumnya 18–36 bulan
Retensi Gigi cenderung lebih stabil setelah perawatan Risiko relapse (kembali ke posisi awal) lebih tinggi

Inilah mengapa evaluasi dini sangat penting. Beberapa masalah ortodonti jauh lebih mudah dan murah ditangani saat anak masih dalam masa pertumbuhan.


Kapan Usia Ideal untuk Pasang Behel?

Tidak ada jawaban tunggal karena tergantung pada jenis masalahnya. Secara umum, perawatan ortodonti anak dibagi menjadi dua fase:

Fase 1: Perawatan Interceptif (Usia 7–10 Tahun)

Perawatan fase 1 dilakukan ketika gigi susu masih ada (gigi campur/mixed dentition). Tujuannya bukan meluruskan semua gigi, tetapi mengoreksi masalah pertumbuhan rahang dan mencegah masalah yang lebih berat di kemudian hari.

Kondisi yang sering ditangani di fase 1:

  • Crossbite (gigitan silang) yang dapat menyebabkan pertumbuhan rahang asimetris
  • Rahang atas terlalu sempit yang perlu dilebarkan dengan expander
  • Kebiasaan mulut yang merusak (thumb sucking, tongue thrust) yang sudah menyebabkan perubahan struktur
  • Gigi depan atas yang sangat maju dan berisiko patah

Alat yang biasa digunakan:

  • Palatal expander (untuk melebarkan rahang atas)
  • Partial braces (behel hanya di beberapa gigi)
  • Space maintainer untuk menjaga ruang akibat gigi susu yang tanggal terlalu dini
  • Habit breaker (untuk menghentikan kebiasaan mengisap jempol)

Fase 2: Perawatan Komprehensif (Usia 11–14 Tahun)

Ini adalah fase pemasangan behel "penuh" yang paling umum. Dilakukan setelah sebagian besar atau semua gigi permanen sudah tumbuh.

Tujuan fase 2:

  • Meluruskan semua gigi permanen
  • Memperbaiki gigitan (bite) atas dan bawah
  • Menciptakan susunan gigi yang fungsional dan estetis

Tidak semua anak memerlukan kedua fase. Banyak anak yang hanya memerlukan perawatan fase 2 saja.


Jenis-jenis Behel untuk Anak

1. Behel Cekat Konvensional (Metal Braces)

Ini adalah jenis behel yang paling umum dan paling sering digunakan untuk anak:

  • Cara kerja: Bracket logam ditempel pada permukaan gigi, dihubungkan dengan kawat (archwire) yang memberikan tekanan untuk menggerakkan gigi
  • Kelebihan: Paling efektif untuk kasus kompleks, paling terjangkau, tersedia pilihan warna elastik yang disukai anak
  • Kekurangan: Terlihat jelas, memerlukan perhatian ekstra dalam kebersihan mulut
  • Durasi: 12–24 bulan (tergantung kasus)

Tips untuk anak: Banyak anak justru menyukai behel logam karena bisa memilih warna elastik yang berbeda setiap kunjungan kontrol. Ini menjadi motivasi tersendiri bagi anak untuk rutin kontrol.

2. Behel Cekat Keramik (Ceramic Braces)

  • Cara kerja: Sama seperti behel logam, tetapi bracket terbuat dari keramik berwarna senada gigi
  • Kelebihan: Lebih estetis, tidak terlalu terlihat
  • Kekurangan: Lebih mahal, bracket lebih besar, lebih mudah patah, bisa berubah warna jika tidak dirawat
  • Cocok untuk: Anak remaja yang sangat memperhatikan penampilan

3. Alat Orthodontik Lepasan (Removable Appliance)

  • Cara kerja: Alat ortodontik yang bisa dilepas-pasang oleh pasien, biasanya dipakai 16–22 jam per hari
  • Kelebihan: Bisa dilepas saat makan dan sikat gigi, lebih nyaman
  • Kekurangan: Terbatas untuk kasus ringan-sedang, keberhasilan sangat tergantung kepatuhan anak
  • Cocok untuk: Koreksi ringan, perawatan fase 1

4. Clear Aligner (Invisalign Teen / Aligner Bening)

  • Cara kerja: Serangkaian cetakan plastik transparan yang diganti setiap 1–2 minggu untuk menggerakkan gigi secara bertahap
  • Kelebihan: Hampir tidak terlihat, bisa dilepas saat makan, lebih nyaman
  • Kekurangan: Paling mahal, tidak cocok untuk kasus berat, memerlukan kedisiplinan tinggi (harus dipakai 22 jam/hari)
  • Cocok untuk: Remaja usia 14+ tahun dengan kasus ringan-sedang dan kedisiplinan tinggi

Tabel Perbandingan Jenis Behel

Fitur Metal Keramik Lepasan Clear Aligner
Efektivitas ⭐⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐
Estetika ⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐
Kenyamanan ⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐ ⭐⭐⭐⭐⭐
Harga 💰 💰💰 💰 💰💰💰
Usia minimum 7 tahun 12 tahun 7 tahun 14 tahun
Cocok untuk kasus berat

Proses Pemasangan Behel: Apa yang Terjadi?

Bagi anak yang takut ke dokter gigi, mengetahui apa yang akan terjadi bisa mengurangi kecemasan. Berikut tahapan pemasangan behel cekat:

Sebelum Pemasangan

  1. Konsultasi awal: Dokter memeriksa susunan gigi, mengambil foto, dan berdiskusi tentang rencana perawatan
  2. Pencetakan gigi: Mencetak model gigi untuk analisis dan perencanaan
  3. Foto rontgen: Panoramic X-ray dan cephalometric X-ray untuk melihat posisi akar gigi dan pertumbuhan rahang
  4. Pembersihan gigi: Scaling dan polishing sebelum pemasangan

Saat Pemasangan (60–90 menit)

  1. Pembersihan dan pengeringan permukaan gigi
  2. Pengolesan etching gel (cairan asam ringan) untuk membuat permukaan gigi sedikit kasar agar lem menempel
  3. Penempelan bracket satu per satu pada setiap gigi menggunakan lem khusus
  4. Pemasangan archwire (kawat) yang menghubungkan semua bracket
  5. Pemasangan elastik (karet berwarna) untuk menahan kawat pada bracket

Setelah Pemasangan

  • Anak mungkin merasakan tekanan atau nyeri ringan selama 3–5 hari pertama, ini normal dan bisa diatasi dengan obat pereda nyeri
  • Makanan lunak direkomendasikan untuk 2–3 hari pertama
  • Kontrol rutin setiap 4–6 minggu untuk penyesuaian kawat dan penggantian elastik

Apakah pemasangan behel sakit? Proses pemasangan sendiri tidak sakit karena tidak ada pemotongan jaringan atau suntikan. Yang dirasakan anak adalah tekanan saat kawat mulai bekerja menggerakkan gigi, biasanya 1–3 hari setelah pemasangan atau setelah setiap kunjungan kontrol.


Perawatan Gigi Selama Memakai Behel

Merawat kebersihan gigi menjadi jauh lebih penting selama memakai behel karena bracket dan kawat menciptakan banyak area yang menjebak sisa makanan dan plak.

Cara Menyikat Gigi dengan Behel

  1. Sikat gigi setelah setiap kali makan (minimal 3 kali sehari)
  2. Gunakan sikat gigi khusus ortodonti dengan bulu berbentuk V
  3. Sikat dengan gerakan memutar kecil di sekitar setiap bracket
  4. Gunakan sikat interdental (sikat kecil berbentuk kerucut) untuk membersihkan di antara bracket dan kawat
  5. Gunakan benang gigi khusus (superfloss atau floss threader) untuk membersihkan sela-sela gigi di bawah kawat
  6. Berkumur dengan obat kumur berfluoride sebelum tidur

Makanan yang Harus Dihindari

❌ Hindari Alasan
Makanan keras (kacang, es batu, wortel mentah utuh) Bisa melepas atau merusak bracket
Makanan lengket (karamel, permen karet, toffee) Menempel di bracket dan sangat sulit dibersihkan
Makanan yang digigit langsung (apel utuh, jagung rebus) Bisa melepas bracket depan
Makanan sangat manis Risiko karies meningkat karena plak lebih mudah menumpuk di sekitar bracket

Tips: Makanan keras seperti apel dan wortel boleh dikonsumsi, tetapi harus dipotong kecil-kecil terlebih dahulu, bukan digigit langsung.

Untuk panduan lengkap makanan yang baik dan buruk untuk gigi: Makanan dan Minuman yang Merusak Gigi Anak


FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Tua

Apakah anak SD boleh pakai behel?

Boleh, tetapi tergantung kasusnya. Anak usia SD (7–12 tahun) biasanya menjalani perawatan fase 1 (interceptif) yang bertujuan mengoreksi masalah pertumbuhan rahang, bukan meluruskan semua gigi. Perawatan fase 1 biasanya menggunakan alat yang lebih sederhana seperti expander atau partial braces. Behel "penuh" umumnya dipasang pada usia 11–14 tahun setelah sebagian besar gigi permanen sudah tumbuh.

Berapa lama anak harus memakai behel?

Durasi perawatan bervariasi tergantung tingkat keparahan kasus:

  • Kasus ringan (gigi sedikit berjejal): 12–18 bulan
  • Kasus sedang (maloklusi kelas I-II): 18–24 bulan
  • Kasus berat (maloklusi kelas III, skeletal): 24–36 bulan

Setelah behel dilepas, anak harus menggunakan retainer (alat penahan) untuk menjaga posisi gigi. Retainer biasanya dipakai sepanjang hari selama 6 bulan pertama, kemudian hanya saat tidur selama 1–2 tahun.

Apakah pemasangan behel menyakitkan?

Proses pemasangan behel tidak menyakitkan, tidak ada suntikan atau pemotongan jaringan. Yang dirasakan anak adalah rasa tidak nyaman atau tekanan ringan selama 3–5 hari setelah pemasangan atau setelah setiap kunjungan kontrol (penyesuaian kawat). Rasa ini bisa diatasi dengan obat pereda nyeri yang dijual bebas dan makan makanan lunak. Sebagian besar anak sudah beradaptasi sepenuhnya dalam 1–2 minggu pertama.

Apa risiko jika gigi anak yang tidak teratur dibiarkan saja?

Maloklusi yang tidak ditangani dapat menyebabkan berbagai masalah jangka panjang: gigi yang berjejal lebih sulit dibersihkan sehingga risiko karies dan penyakit gusi meningkat, tekanan gigitan yang tidak merata menyebabkan keausan gigi prematur, masalah sendi rahang (TMJ disorder), gangguan bicara, dan dampak psikologis pada kepercayaan diri anak. Perawatan ortodonti bukan hanya tentang estetika, tetapi tentang fungsi dan kesehatan jangka panjang.


Kesimpulan

Perawatan ortodonti (behel) pada anak adalah investasi untuk kesehatan gigi dan kepercayaan diri anak di masa depan. Kunci keberhasilannya terletak pada evaluasi dini di usia 7 tahun, pemilihan jenis behel yang tepat sesuai kebutuhan anak, dan kedisiplinan dalam perawatan selama masa pemakaian behel.

Jangan menunggu sampai semua gigi permanen tumbuh untuk memeriksakan susunan gigi anak. Semakin dini masalah terdeteksi, semakin mudah dan efektif penanganannya.

Di Renie Dent Banjarmasin, kami menyediakan layanan konsultasi ortodonti anak, evaluasi pertumbuhan rahang, dan berbagai pilihan perawatan ortodonti yang disesuaikan dengan kebutuhan dan usia anak.

Untuk konsultasi dan pemeriksaan gigi anak di Banjarmasin, kunjungi:

Renie Dent – Dokter Gigi Anak & Keluarga Banjarmasin
www.reniedent.id
Melayani pasien dari bayi hingga dewasa dengan pendekatan yang sabar, edukatif, dan ramah anak.


Referensi:
American Association of Orthodontists (AAO). (2023). The Right Time for an Orthodontic Check-Up: No Later Than Age 7.
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2023). Guideline on Management of the Developing Dentition and Occlusion in Pediatric Dentistry.
Proffit WR, Fields HW, Sarver DM (2019). Contemporary Orthodontics, 6th ed. Elsevier.
Marwah N (2019). Textbook of Pediatric Dentistry, 4th ed. New Delhi: Jaypee Brothers.

Berbagi Edukasi

Bantu orang tua lain memberikan yang terbaik bagi si kecil.