Gigi Susu Tinggal Akar: Harus Dicabut atau Bisa Dipertahankan? Ini Kata Dokter
Penulis
Dr. drg. Renie Kumala Dewi, Sp.KGA
Terbit
3 November 2026

Dilema Orang Tua Saat Mahkota Gigi Anak Habis dan Tinggal Sisa Akar
"Dok, gigi depan anak saya awalnya cuma berlubang kecil, tapi lama-lama patah dan sekarang mahkotanya habis rata dengan gusi, cuma tinggal sisa akar yang menghitam. Anak saya tidak mengeluh sakit, tapi saya takut infeksi ke gigi dewasanya. Apakah sisa akar gigi susu ini harus langsung dicabut atau sebenarnya masih bisa dipertahankan ya, Dok?" Pertanyaan ini sangat sering diajukan orang tua di ruang konsultasi klinik gigi anak ketika mendapati gigi susu si kecil rusak parah.
Sisa akar gigi susu adalah kondisi ketika seluruh mahkota gigi anak telah rusak atau patah akibat karies parah maupun trauma, sehingga hanya menyisakan bagian akar di dalam gusi. Keputusan medis apakah sisa akar harus dicabut atau dipertahankan sangat bergantung pada kondisi infeksi tulang penyangga, sisa jaringan sehat, serta usia anak dan waktu erupsi benih gigi permanen penggantinya.
Berdasarkan pedoman klinis dari American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), gigi susu memiliki fungsi penting sebagai penuntun ruang tumbuh gigi permanen alami. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat bahwa lebih dari 88 persen anak Indonesia mengalami masalah karies usia dini, di mana karies botol atau karies rampan yang tidak segera dirawat sering kali berujung pada hilangnya mahkota gigi hingga tersisa akarnya saja.
Membedakan Sisa Akar Akibat Kerusakan dengan Proses Tanggal Alami
Banyak orang tua mengira bahwa gigi anak yang tinggal tunggul kecil adalah tanda gigi mau tanggal dengan sendirinya. Faktanya, ada perbedaan mendasar antara gigi susu yang mengalami penyerapan akar alami (resorpsi fisiologis) dengan sisa akar patologis akibat pembusukan.
Pada proses tanggal gigi alami, mahkota gigi susu akan goyang perlahan karena akarnya diserap oleh benih gigi permanen yang mendorong dari bawah gusi. Mahkota gigi kemudian lepas secara utuh tanpa meninggalkan lubang infeksi atau akar yang tertinggal. Sebaliknya, pada kasus sisa akar akibat karies, mahkota gigi hancur karena infeksi bakteri, sementara akar gigi mungkin masih tertanam kuat di dalam tulang rahang.
Kondisi sisa akar yang dibiarkan tanpa evaluasi dokter gigi dapat menjadi sarang penumpukan bakteri. Saluran akar yang terbuka lebar menjadi jalan masuk kuman menuju jaringan periapikal di ujung akar, yang sewaktu-waktu dapat memicu pembengkakan gusi, pembentukan nanah (abses), dan rasa sakit berdenyut yang mengganggu waktu tidur serta nafsu makan anak.
Apa Saja yang Diperiksa Dokter Gigi Sebelum Menentukan Tindakan?
Dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak tidak bisa memutuskan tindakan hanya dengan melihat sekilas kondisi mulut anak. Diperlukan evaluasi klinis yang teliti dan pemeriksaan penunjang untuk melihat kondisi di bawah gusi secara objektif:
- Pemeriksaan Klinis Jaringan Keras dan Lunak: Dokter memeriksa apakah gusi di sekitar sisa akar mengalami kemerahan, bengkak, atau terdapat benjolan nanah (fistula). Dokter juga mengecek apakah akar masih kokoh atau sudah goyang.
- Evaluasi Riwayat Keluhan dan Trauma: Dokter menanyakan apakah anak pernah mengeluh nyeri saat mengunyah, sensitif terhadap makanan panas atau dingin, atau memiliki riwayat terbentur benda keras.
- Pemeriksaan Radiografi (Foto Rontgen Gigi): Foto rontgen periapikal sangat krusial untuk melihat panjang akar gigi susu yang tersisa, ada atau tidaknya kerusakan tulang di sekitar ujung akar, serta posisi dan tingkat perkembangan benih gigi permanen di bawahnya.
- Analisis Waktu Erupsi Gigi Pengganti: Dokter menghitung estimasi waktu tumbuh gigi permanen. Jika gigi pengganti masih butuh waktu bertahun-tahun untuk tumbuh, upaya mempertahankan ruang gigi menjadi prioritas utama.
Jika Anda ingin memahami lebih lanjut tentang prosedur penambalan gigi sebelum mahkota rusak total, simak pembahasan kami mengenai indikasi tambal gigi susu berlubang.
Checklist Evaluasi Kondisi Klinis Sisa Akar Gigi Susu
Berikut adalah panduan evaluasi kondisi sisa akar gigi anak yang umumnya digunakan oleh dokter gigi untuk menentukan langkah perawatan terbaik:
| Kondisi Klinis Sisa Akar | Temuan pada Rontgen & Gusi | Pertimbangan Tindakan Dokter | Tujuan Utama Tindakan |
|---|---|---|---|
| Sisa akar masih memiliki struktur kokoh di atas gusi | Tidak ada infeksi tulang, saluran akar dapat dibersihkan | Perawatan pulpa dilanjutkan restorasi mahkota pelindung | Mempertahankan fungsi kunyah dan menjaga ruang lengkung gigi |
| Sisa akar mengalami infeksi pulpa kronis | Ada lesi periapikal kecil, benih gigi permanen masih jauh | Evaluasi pulpektomi gigi susu jika akar masih cukup panjang | Mengeliminasi infeksi bakteri tanpa mencabut gigi terlalu dini |
| Sisa akar rusak parah di bawah tepi gusi | Resorpsi akar patologis luas, infeksi mencapai benih gigi | Pencabutan gigi secara terencana | Menghilangkan fokal infeksi agar tidak merusak benih gigi permanen |
| Sisa akar sudah sangat goyang | Akar telah terserap lebih dari dua pertiga oleh benih gigi | Ekstraksi sederhana dengan anestesi topikal | Membantu jalan erupsi alami gigi permanen pengganti |
| Gigi tanggal sebelum waktunya pasca-cabut sisa akar | Lengkung rahang berisiko menyempit sebelum gigi baru tumbuh | Pemasangan alat space maintainer gigi anak | Mencegah gigi tetangga bergeser dan gigi berjejal |
Mengapa Tidak Semua Sisa Akar Otomatis Harus Dicabut?
Ada kekhawatiran umum bahwa setiap sisa akar gigi susu harus segera dicabut secepatnya. Namun, keputusan mencabut gigi susu terlalu dini (kehilangan dini atau premature loss) membawa konsekuensi tersendiri bagi pertumbuhan rahang dan susunan gigi anak.
Gigi susu berfungsi sebagai pemandu alami (natural space maintainer) yang menjaga ruangan di rahang agar tetap terbuka bagi gigi permanen. Jika gigi susu dicabut bertahun-tahun sebelum waktu erupsi alaminya, gigi-gigi di sebelahnya dapat bergeser ke ruang yang kosong. Akibatnya, saat gigi permanen hendak tumbuh, ruangannya sudah menyempit atau bahkan tertutup rapat, menyebabkan gigi permanen tumbuh miring, gingsul, atau terpendam (impaksi).
Oleh sebab itu, jika sisa struktur akar masih memadai dan infeksi dapat diatasi, dokter gigi anak akan mempertimbangkan perawatan saluran akar untuk mempertahankan akar tersebut. Namun, jika infeksi sudah merusak tulang penyangga atau mengancam benih gigi permanen yang berada tepat di bawahnya, pencabutan menjadi opsi terbaik demi keselamatan gigi dewasanya. Untuk memahami risiko dan keamanan tindakan ekstraksi, baca ulasan kami tentang keamanan cabut gigi susu anak.
Tanda Bahaya Sisa Akar Gigi yang Memerlukan Penanganan Cepat
Orang tua perlu waspada dan segera membawa anak ke klinik gigi anak apabila mendapati salah satu dari tanda-tanda berikut pada sisa akar gigi:
- Gusi Bengkak atau Muncul Bisul Kecil (Fistula): Muncul benjolan putih kekuningan di gusi dekat sisa akar yang sesekali mengeluarkan nanah atau darah.
- Wajah atau Pipi Anak Membengkak: Terjadi pembengkakan asimetris pada pipi atau bibir yang terasa hangat dan nyeri saat disentuh.
- Anak Mengalami Demam Tanpa Sebab Jelas: Demam yang menyertai keluhan sakit gigi menandakan infeksi bakteri telah menyebar ke jaringan tubuh.
- Anak Menolak Makan dan Mengeluh Nyeri Hebat: Rasa sakit berdenyut yang membuat anak rewel, tidak mau mengunyah makanan, atau terbangun menangis di malam hari.
- Akar Menusuk Jaringan Lunak: Ujung sisa akar yang tajam melukai bibir bagian dalam, pipi, atau lidah anak hingga menimbulkan sariawan kronis.
Catatan Penting untuk Orang Tua: Jangan pernah mencoba mencabut sisa akar gigi anak sendiri di rumah menggunakan benang, pinset, atau tangan. Tindakan tanpa sterilisasi dan teknik medis yang benar berisiko mematahkan fragmen akar di dalam gusi, memicu perdarahan, serta memperparah infeksi bakteri.
Panduan Informasi yang Perlu Disiapkan Orang Tua Sebelum ke Dokter
Agar sesi konsultasi berjalan efektif, orang tua dapat mempersiapkan beberapa catatan penting untuk disampaikan kepada dokter gigi spesialis anak:
- Riwayat Awal Kerusakan: Apakah gigi awalnya patah karena terjatuh atau keropos perlahan akibat lubang hitam karies.
- Gejala yang Dirasakan Anak: Apakah anak pernah mengeluh ngilu saat makan manis, nyeri spontan malam hari, atau merasa tidak nyaman saat mengunyah.
- Riwayat Obat dan Alergi: Catatan obat pereda nyeri yang pernah diberikan di rumah serta riwayat alergi obat antibiotik atau obat lainnya pada anak.
- Pertanyaan Kunci untuk Dokter: Tanyakan apakah sisa akar masih aman dipertahankan, apakah perlu foto rontgen penunjang, dan apa rencana perawatan jangka panjang untuk menjaga lengkung gigi anak.
Untuk mempelajari lebih lengkap mengenai berbagai layanan kesehatan gigi dan mulut anak, Anda dapat meninjau informasi lengkap di halaman layanan Renie Dent.
Tanya Jawab Seputar Sisa Akar Gigi Susu Anak (FAQ)
Apakah sisa akar gigi susu bisa hilang sendiri tanpa dicabut?
Sisa akar gigi susu yang sudah mengalami karies parah umumnya tidak bisa hilang atau terurai dengan sendirinya jika benih gigi permanen penggantinya belum memasuki masa erupsi aktif. Akar tersebut justru dapat tertimbun gusi dan memicu abses kronis. Evaluasi rontgen oleh dokter gigi anak diperlukan untuk memastikan apakah akar sedang mengalami resorpsi fisiologis atau membutuhkan tindakan pencabutan.
Mengapa sisa akar gigi anak yang menghitam tidak terasa sakit?
Ketika mahkota gigi habis dan menyisakan akar yang mati (nekrosis pulpa), serabut saraf di dalam kamar pulpa sudah tidak lagi berfungsi mengirimkan sinyal rasa sakit. Namun, tidak terasa sakit bukan berarti tidak berbahaya. Bakteri anaerob tetap berkembang biak di dalam saluran akar yang mati dan dapat merusak jaringan penyangga gigi di bawahnya.
Apakah sisa akar gigi susu bisa merusak gigi permanen di bawahnya?
Ya, bisa. Infeksi kronis pada ujung sisa akar gigi susu (abses periapikal) dapat merembet ke benih gigi permanen yang sedang berkembang tepat di bawahnya. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pembentukan email gigi permanen (hipoplasia email atau dikenal sebagai gigi Turner), di mana gigi permanen tumbuh dengan bercak kecokelatan atau permukaan yang rapuh.
Kapan waktu yang tepat mencabut sisa akar gigi susu?
Waktu yang tepat adalah saat dokter gigi anak telah memeriksa bahwa sisa akar menjadi sumber infeksi aktif yang tidak dapat diselamatkan lagi, atau ketika foto rontgen memperlihatkan benih gigi permanen sudah siap menembus gusi dan sisa akar menghalangi jalur tumbuhnya.
Apakah sisa akar gigi depan anak balita bisa ditambal kembali?
Jika sisa jaringan gigi yang sehat masih berada di atas tepi gusi minimal 2 milimeter dan saluran akarnya dapat dirawat secara tuntas, dokter gigi spesialis anak dapat melakukan perawatan saluran akar lalu merekonstruksi mahkota menggunakan mahkota pelindung khusus anak. Namun jika mahkota sudah hancur rata di bawah tulang gusi, pencabutan terencana umumnya menjadi pilihan yang lebih realistis.
Kesimpulan
Sisa akar gigi susu anak bukan sekadar masalah estetika gigi yang menghitam, melainkan kondisi klinis yang memerlukan evaluasi cermat oleh dokter gigi spesialis kedokteran gigi anak. Menentukan apakah sisa akar harus dicabut atau dipertahankan memerlukan pertimbangan menyeluruh terhadap ada tidaknya infeksi, kondisi tulang rahang, serta kesiapan benih gigi permanen pengganti. Jangan menunggu hingga muncul bengkak atau rasa sakit hebat untuk memeriksakan kondisi gigi si kecil.
Untuk konsultasi dan pemeriksaan gigi anak di Banjarmasin, kunjungi:
Renie Dent - Dokter Gigi Anak & Keluarga Banjarmasin
www.reniedent.id
Melayani pasien dari bayi hingga dewasa dengan pendekatan yang sabar, edukatif, dan ramah anak.
Referensi:
- American Academy of Pediatric Dentistry. (2026). Guideline on Pulp Therapy for Primary and Immature Permanent Teeth. Reference Manual of Pediatric Dentistry.
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan Nasional Riset Kesehatan Dasar Bidang Kesehatan Gigi dan Mulut.
- World Health Organization. (2023). Global Oral Health Status Report: Towards Universal Health Coverage for Oral Health by 2030.
Ikuti Edukasi Kesehatan Gigi Anak
Dapatkan video penjelasan dokter gigi, tips perawatan harian anak, dan info seputar klinik Renie Dent di media sosial resmi kami.