Space Maintainer Gigi Anak: Fungsi, Jenis, dan Kapan Diperlukan
Penulis
Dr. drg. Renie Kumala Dewi, Sp.KGA
Terbit
8 Juli 2026

Space Maintainer: Menjaga Ruang untuk Gigi Permanen Anak
"Dok, gigi depan anak saya copot karena karies, padahal baru usia 3 tahun. Apa gigi permanennya nanti bisa tumbuh normal?" Pertanyaan ini sering kami dengar dari orang tua yang khawatir di Renie Dent Banjarmasin. Dan kekhawatiran ini sangat beralasan.
Space maintainer adalah alat kedokteran gigi yang dipasang untuk menjaga ruang bekas gigi susu yang tanggal terlalu dini, agar gigi permanen di bawahnya memiliki cukup tempat untuk tumbuh pada posisi yang benar. Tanpa alat ini, gigi-gigi di sekitarnya bisa bergeser dan menutup ruang yang seharusnya ditempati gigi permanen, sehingga mengakibatkan gigi berjejal, maloklusi, dan kemungkinan kebutuhan perawatan behel yang mahal di kemudian hari.
Menurut American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), pemasangan space maintainer adalah standar perawatan setelah kehilangan dini gigi susu untuk mencegah komplikasi ortodonti jangka panjang.
Mengapa Gigi Susu Bisa Copot Sebelum Waktunya?
Gigi susu seharusnya tanggal secara alami sesuai jadwalnya, dimulai sekitar usia 6 tahun dan selesai sekitar usia 12 tahun. Namun, beberapa kondisi bisa menyebabkan gigi susu hilang jauh lebih awal dari yang seharusnya:
Penyebab Utama Kehilangan Dini Gigi Susu:
- Karies botol (ECC) yang parah: penyebab paling umum. Karies yang tidak dirawat merusak gigi sampai harus dicabut
- Trauma atau benturan: anak jatuh atau terbentur saat bermain, menyebabkan gigi patah atau copot
- Infeksi gigi (abses): infeksi yang tidak tertangani menyebabkan gigi harus dicabut untuk mencegah penyebaran
- Kelainan bawaan: beberapa anak memiliki kondisi genetik yang menyebabkan gigi susu rapuh atau tidak terbentuk sempurna
Data penting: Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan RI, prevalensi karies gigi pada anak usia 5 tahun di Indonesia mencapai 90,2%, dan sebagian besar kasus tidak tertangani. Ini berarti jutaan anak Indonesia berpotensi kehilangan gigi susu sebelum waktunya.
Apa yang Terjadi Jika Ruang Gigi Susu Tidak Dijaga?
Banyak orang tua berpikir: "Kan nanti gigi permanennya tumbuh, buat apa dipasang alat?" Sayangnya, gigi tidak menunggu dengan sabar. Ketika satu gigi susu hilang terlalu dini, reaksi berantai dimulai:
Proses Penutupan Ruang:
- Gigi di belakang bergeser ke depan. Gigi-gigi di sebelah ruang kosong mulai condong (tilting) ke arah ruang tersebut
- Gigi di depan bergeser ke belakang. Mengikuti prinsip yang sama, gigi di depan ruang kosong juga bisa bergeser
- Ruang menyempit. Dalam hitungan minggu hingga bulan, ruang yang seharusnya cukup untuk gigi permanen menjadi terlalu sempit
- Gigi permanen tumbuh berjejal. Ketika gigi permanen siap tumbuh, tidak ada cukup ruang sehingga gigi muncul dalam posisi yang salah: miring, bertumpuk, atau bahkan terjepit di dalam tulang (impaksi)
Dampak Jangka Panjang:
| Dampak | Penjelasan |
|---|---|
| Gigi berjejal (crowding) | Gigi permanen tumbuh tidak beraturan karena kekurangan ruang |
| Maloklusi (gigitan tidak normal) | Hubungan gigi atas dan bawah terganggu, memengaruhi fungsi kunyah |
| Kebutuhan behel | Perawatan ortodonti yang mahal dan lama untuk memperbaiki susunan gigi |
| Risiko impaksi | Gigi permanen terjepit di tulang dan tidak bisa tumbuh keluar, memerlukan bedah minor |
| Masalah kebersihan | Gigi berjejal lebih sulit dibersihkan → risiko karies dan radang gusi meningkat |
Fakta: Menurut European Archives of Paediatric Dentistry, kehilangan dini gigi geraham susu tanpa space maintainer menyebabkan kehilangan ruang sebesar 1-3 mm dalam 6 bulan pertama. Ini mungkin terdengar kecil, tetapi 1-3 mm sudah cukup untuk membuat gigi permanen tidak memiliki ruang tumbuh yang memadai.
Jenis-jenis Space Maintainer
Space maintainer hadir dalam beberapa jenis, masing-masing dirancang untuk situasi klinis yang berbeda. Dokter gigi anak akan memilih jenis yang paling sesuai berdasarkan lokasi gigi yang hilang, usia anak, dan kondisi gigi sekitarnya.
1. Band and Loop
Jenis space maintainer yang paling umum digunakan untuk kehilangan satu gigi susu:
- Cara kerja: Sebuah band (cincin logam) dipasang mengelilingi gigi di belakang ruang kosong, dan loop (lengkungan kawat) memanjang ke depan menjaga ruang tetap terbuka
- Digunakan untuk: Kehilangan satu gigi geraham susu (baik rahang atas maupun bawah)
- Kelebihan: Sederhana, efektif, tidak mengganggu gigi lain, pemasangan relatif cepat
- Kekurangan: Hanya untuk kehilangan satu gigi, memerlukan gigi penyangga yang sehat
2. Crown and Loop
Variasi dari band and loop, tetapi menggunakan mahkota (stainless steel crown) sebagai penahan alih-alih band:
- Cara kerja: Mahkota dipasang pada gigi penyangga yang sudah rusak atau sudah memerlukan restorasi, dengan loop yang menjaga ruang
- Digunakan untuk: Kehilangan satu gigi geraham susu, di mana gigi penyangga juga perlu direstorasi
- Kelebihan: Dua fungsi sekaligus, yaitu merestorasi gigi penyangga dan menjaga ruang
- Kekurangan: Prosedur lebih kompleks dibandingkan band and loop
3. Lingual Arch (Lower Lingual Holding Arch)
Untuk kehilangan gigi susu di kedua sisi rahang bawah:
- Cara kerja: Kawat melengkung mengikuti kontur bagian dalam (lingual) gigi-gigi bawah, dikaitkan pada dua gigi geraham di kedua sisi
- Digunakan untuk: Kehilangan beberapa gigi susu di rahang bawah secara bilateral (kiri dan kanan)
- Kelebihan: Efektif untuk menjaga ruang di beberapa lokasi sekaligus
- Kekurangan: Memerlukan kedua gigi geraham sebagai penyangga, perlu penyesuaian berkala
4. Nance Appliance (Palatal Arch)
Versi untuk rahang atas:
- Cara kerja: Mirip lingual arch, tetapi kawat melewati langit-langit mulut (palatal) dengan tombol akrilik yang menempel pada palatum
- Digunakan untuk: Kehilangan beberapa gigi susu di rahang atas secara bilateral
- Kelebihan: Efektif untuk rahang atas, stabil
- Kekurangan: Tombol akrilik bisa menjadi tempat penumpukan sisa makanan jika tidak dijaga kebersihannya
5. Distal Shoe
Jenis space maintainer yang paling kompleks, digunakan dalam situasi khusus:
- Cara kerja: Sebuah blade (bilah logam) disisipkan ke dalam gusi untuk mengarahkan gigi geraham permanen pertama yang belum tumbuh
- Digunakan untuk: Kehilangan gigi geraham susu kedua sebelum gigi geraham permanen pertama tumbuh (biasanya usia 4-6 tahun)
- Kelebihan: Satu-satunya pilihan untuk kasus ini; tanpa distal shoe, gigi permanen pertama bisa tumbuh di posisi salah
- Kekurangan: Prosedur lebih invasif, memerlukan monitoring ketat
Tabel Perbandingan Space Maintainer
| Fitur | Band & Loop | Crown & Loop | Lingual Arch | Nance | Distal Shoe |
|---|---|---|---|---|---|
| Tipe | Cekat | Cekat | Cekat | Cekat | Cekat |
| Lokasi | Satu sisi | Satu sisi | Bilateral bawah | Bilateral atas | Satu sisi |
| Jumlah gigi hilang | 1 | 1 | 2+ | 2+ | 1 |
| Kompleksitas | Rendah | Sedang | Sedang | Sedang | Tinggi |
| Usia umum | 4-10 tahun | 4-10 tahun | 6-12 tahun | 6-12 tahun | 4-6 tahun |
Proses Pemasangan Space Maintainer
Pemasangan space maintainer umumnya memerlukan 2 kali kunjungan:
Kunjungan Pertama (30-45 menit):
- Pemeriksaan klinis dan rontgen. Dokter mengevaluasi gigi yang hilang, kondisi gigi sekitarnya, dan posisi benih gigi permanen di bawahnya
- Pencetakan gigi. Mencetak model rahang anak untuk membuat space maintainer yang presisi
- Penentuan jenis. Berdasarkan evaluasi, dokter menentukan jenis space maintainer yang paling sesuai
Kunjungan Kedua (20-30 menit):
- Uji coba. Space maintainer yang sudah dibuat di laboratorium dicoba pada mulut anak
- Penyesuaian. Dokter menyesuaikan ukuran dan posisi agar nyaman
- Sementasi (penempelan). Space maintainer ditempel pada gigi penyangga menggunakan semen gigi khusus
- Edukasi perawatan. Orang tua diberikan panduan perawatan di rumah
Apakah pemasangan menyakitkan? Pemasangan space maintainer tidak menyakitkan dan umumnya tidak memerlukan bius. Anak mungkin merasa sedikit tidak nyaman atau asing selama beberapa hari pertama, tetapi kebanyakan anak beradaptasi dengan cepat.
Perawatan Space Maintainer di Rumah
Space maintainer memerlukan perawatan rutin agar tetap berfungsi optimal dan tidak menyebabkan masalah:
Tips Perawatan Harian:
- Sikat gigi dengan teliti. Bersihkan area di sekitar space maintainer secara menyeluruh. Gunakan sikat gigi berbulu lembut dan pastikan tidak ada sisa makanan yang terperangkap di sekitar kawat atau band
- Hindari makanan lengket. Permen karet, karamel, toffee, dan makanan lengket lainnya bisa melepas space maintainer atau merusaknya
- Hindari makanan keras. Es batu, kacang keras, atau menggigit benda keras bisa membengkokkan kawat loop
- Jangan dimainkan. Ajarkan anak untuk tidak mendorong space maintainer dengan lidah atau jari, karena bisa menyebabkan alat longgar
- Kontrol rutin. Kunjungi dokter gigi setiap 3-6 bulan untuk memastikan space maintainer masih berfungsi baik dan memantau perkembangan gigi permanen
Kapan Harus Segera ke Dokter Gigi?
Hubungi dokter gigi anak jika terjadi kondisi berikut:
- Space maintainer terlepas atau longgar
- Kawat loop patah atau bengkok
- Gusi di sekitar space maintainer bengkak, merah, atau berdarah
- Anak mengeluh nyeri yang tidak hilang setelah beberapa hari
- Gigi permanen mulai terlihat di bawah space maintainer (tanda alat perlu dilepas)
Kapan Space Maintainer Dilepas?
Space maintainer dilepas ketika gigi permanen di bawahnya mulai tumbuh menembus gusi. Ini adalah momen yang ditunggu-tunggu, karena artinya gigi permanen memiliki cukup ruang untuk tumbuh di posisi yang benar.
Proses pelepasan:
- Sangat cepat dan mudah (5-10 menit)
- Tidak menyakitkan
- Band atau semen dilepas, kawat dikeluarkan
- Dokter memastikan gigi permanen tumbuh dengan arah yang benar
Penting: Jangan pernah mencoba melepas space maintainer sendiri di rumah. Pelepasan harus dilakukan oleh dokter gigi.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan Orang Tua
Berapa lama space maintainer harus dipakai?
Durasi pemakaian tergantung pada kapan gigi permanen di bawahnya siap tumbuh. Ini bisa berkisar dari beberapa bulan hingga beberapa tahun. Misalnya, jika gigi geraham susu anak dicabut pada usia 4 tahun dan gigi permanen baru tumbuh di usia 6-7 tahun, space maintainer perlu dipakai selama 2-3 tahun. Dokter gigi akan memantau perkembangannya melalui kontrol rutin dan rontgen berkala.
Apakah anak merasa tidak nyaman saat memakai space maintainer?
Wajar jika anak merasa sedikit asing selama 3-5 hari pertama. Lidah mungkin terasa "ada benda asing" di mulut. Namun, sebagian besar anak beradaptasi dengan cepat dan bahkan lupa bahwa mereka memakainya. Space maintainer tidak mengubah cara anak berbicara, makan, atau bermain.
Bagaimana jika space maintainer lepas atau rusak?
Segera hubungi dokter gigi anak. Simpan space maintainer yang terlepas dan bawa ke klinik. Dalam banyak kasus, alat bisa dipasang kembali tanpa perlu membuat yang baru. Yang penting, jangan biarkan anak terlalu lama tanpa space maintainer karena pergeseran gigi bisa terjadi dalam waktu yang relatif singkat.
Apakah semua gigi susu yang copot perlu space maintainer?
Tidak selalu. Space maintainer terutama diperlukan jika:
- Gigi geraham susu copot terlalu dini (paling kritis)
- Gigi permanen penggantinya belum siap tumbuh (terlihat dari rontgen)
- Beberapa gigi hilang sekaligus
Space maintainer umumnya tidak diperlukan jika:
- Gigi permanen sudah hampir siap tumbuh (terlihat dari rontgen, tinggal beberapa bulan)
- Gigi seri (depan) yang hilang (gigi seri umumnya tidak memerlukan space maintainer karena gigi permanen penggantinya tumbuh relatif cepat)
- Anak sudah mendekati usia pergantian gigi alami untuk gigi tersebut
Berapa biaya pemasangan space maintainer?
Biaya bervariasi tergantung jenis space maintainer yang diperlukan, umumnya berkisar Rp 500.000 – 1.500.000. Band and loop yang sederhana biasanya lebih terjangkau, sedangkan distal shoe atau lingual arch yang lebih kompleks memerlukan biaya lebih tinggi. Konsultasikan di Renie Dent untuk informasi biaya yang akurat.
Apa bedanya space maintainer dengan behel?
Space maintainer dan behel memiliki fungsi yang sangat berbeda. Space maintainer bertujuan menjaga ruang agar gigi permanen bisa tumbuh di posisi yang benar; alat ini tidak menggerakkan gigi. Behel (braces) bertujuan menggerakkan dan meluruskan gigi yang sudah tumbuh di posisi yang salah. Space maintainer justru bisa mencegah kebutuhan behel di kemudian hari dengan memastikan gigi permanen tumbuh pada tempatnya.
Apakah ada alternatif selain space maintainer?
Untuk kasus kehilangan dini gigi susu, space maintainer adalah standar emas perawatan. Tidak ada alternatif yang setara efektivitasnya. Beberapa orang tua berharap gigi permanen "akan menemukan jalannya sendiri," tetapi kenyataannya, gigi tetangga akan bergeser jika tidak ada yang menjaga ruang. Biaya pemasangan space maintainer jauh lebih murah dibandingkan biaya perawatan behel untuk memperbaiki gigi berjejal di kemudian hari.
Pencegahan: Lebih Baik dari Perawatan
Cara terbaik agar anak tidak memerlukan space maintainer adalah menjaga gigi susu tetap sehat sampai waktunya tanggal secara alami:
- Cegah karies sejak dini dengan sikat gigi teratur dan diet rendah gula
- Hentikan kebiasaan minum susu botol saat tidur untuk mencegah karies botol
- Aplikasi fissure sealant pada gigi geraham anak segera setelah tumbuh
- Kontrol rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan untuk deteksi dini masalah
- Gunakan pelindung mulut (mouthguard) saat anak berolahraga untuk mencegah trauma gigi
Kesimpulan
Space maintainer adalah alat sederhana yang memiliki dampak besar terhadap masa depan gigi anak. Jika gigi susu anak copot terlalu dini, baik karena karies, trauma, atau kondisi lainnya, jangan abaikan ruang kosong yang ditinggalkannya. Konsultasikan segera ke dokter gigi anak untuk evaluasi apakah space maintainer diperlukan.
Ingat: mencegah gigi berjejal jauh lebih murah dan mudah dibandingkan memperbaikinya. Space maintainer yang dipasang tepat waktu bisa menghindarkan anak dari perawatan ortodonti bertahun-tahun di kemudian hari.
Di Renie Dent Banjarmasin, kami menyediakan layanan evaluasi dan pemasangan space maintainer dengan pendekatan ramah anak. Tim kami berpengalaman menangani anak-anak dari balita hingga remaja.
Untuk konsultasi dan pemeriksaan gigi anak di Banjarmasin, kunjungi:
Renie Dent – Dokter Gigi Anak & Keluarga Banjarmasin
www.reniedent.id
Melayani pasien dari bayi hingga dewasa dengan pendekatan yang sabar, edukatif, dan ramah anak.
Referensi:
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2023). Guideline on Management of the Developing Dentition and Occlusion in Pediatric Dentistry.
Laing E, et al. (2019). Space Maintenance. Dental Update, 36(6): 368-372.
Kementerian Kesehatan RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas).
Law CS. (2021). Management of Premature Loss of Teeth in the Developing Dentition. Pediatric Dentistry, 6th ed.
Dewi RK, Saskianti T (2023). Pemeriksaan dan Penegakan Diagnosis Gigi Anak. Sagung Seto.