Gigi Susu Belum Goyang tapi Gigi Dewasa Sudah Nongol, Apa yang Harus Dilakukan?
Penulis
Dr. drg. Renie Kumala Dewi, Sp.KGA
Terbit
9 September 2026

Fenomena Gigi Dua Baris pada Masa Pergantian Gigi Anak
"Dok, tolong lihat bagian belakang gigi depan bawah anak saya. Ada ujung gigi baru yang mulai menyembul putih dan bergerigi, padahal gigi susu di depannya masih menempel kuat dan belum goyang sama sekali. Apakah gigi anak saya tumbuh dua baris seperti gigi hiu dan harus segera dicabut ke dokter?" Cerita ini adalah salah satu kekhawatiran yang paling sering membuat para orang tua panik dan segera berkonsultasi ke Renie Dent di Banjarmasin.
Gigi permanen yang tumbuh di belakang gigi susu dikenal dalam istilah medis sebagai persistensi gigi sulung atau populer disebut fenomena "gigi hiu" (shark teeth). Kondisi ini umumnya bukan merupakan keadaan darurat medis dan pada sebagian anak gigi susu masih berpeluang untuk tanggal dengan sendirinya secara alami. Namun, pemeriksaan oleh dokter gigi spesialis anak sangat dianjurkan apabila gigi susu tetap kokoh tidak goyang setelah beberapa minggu, timbul rasa sakit saat mengunyah, terjadi peradangan gusi, atau posisi gigi baru semakin menyimpang jauh dari lengkung rahang.
Menurut pedoman klinis dari American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD), fenomena erupsi ektopik lingual ini dialami oleh sekitar 10 hingga 15 persen anak pada periode gigi bercampur awal, terutama pada rentang usia 5 hingga 7 tahun saat gigi seri permanen rahang bawah mulai tumbuh. Penelitian dari British Society of Paediatric Dentistry (BSPD) juga menegaskan bahwa sebagian besar kasus gigi permanen yang tumbuh di belakang gigi susu memiliki prognosis yang sangat baik jika mendapatkan penanganan tepat pada waktu yang sesuai.
Mengapa Gigi Permanen Bisa Tumbuh di Belakang Gigi Susu?
Secara alami, gigi susu memiliki fungsi penting sebagai pemandu jalur tumbuh bagi benih gigi permanen pengganti di bawahnya. Namun, proses biologis ini terkadang tidak berjalan sinkron karena beberapa faktor:
- Jalur Erupsi Alami Benih Gigi Seri (Erupsi Lingual): Secara anatomi perkembangan, benih gigi seri permanen rahang bawah memang berlokasi tepat di bagian belakang (sisi lingual/lidah) dari akar gigi susu. Dalam kondisi ideal, saat gigi permanen mulai bergerak ke atas, mahkotanya akan menekan akar gigi susu hingga akar tersebut terserap perlahan (resorpsi fisiologis) dan gigi susu menjadi goyang lalu lepas.
- Resorpsi Akar yang Tidak Rata atau Terlewat: Jika arah gerak benih gigi permanen sedikit meleset beberapa milimeter ke arah dalam, tekanan pada akar gigi susu menjadi tidak optimal. Akibatnya, akar gigi susu tidak terserap secara menyeluruh, sehingga gigi susu tetap menancap kokoh sementara gigi permanen tetap melanjutkan perjalanannya menembus gusi di belakangnya.
- Keterbatasan Ruang pada Tulang Rahang Anak: Bila ukuran rahang anak relatif sempit sementara ukuran benih gigi permanen pengganti jauh lebih lebar daripada gigi susu terdahulu, gigi permanen akan mencari jalur dengan hambatan terkecil, yaitu menyembul keluar di area belakang yang jaringan tulangnya lebih tipis.
- Kebiasaan Mengunyah Makanan yang Kurang Kasar: Kurangnya stimulasi mekanis dari makanan bertekstur padat atau berserat alami dapat membuat proses resorpsi akar gigi susu berlangsung lebih lambat dibandingkan percepatan erupsi gigi permanen anak.
Apakah Fenomena "Gigi Hiu" Ini Berbahaya Bagi Anak?
Banyak orang tua merasa sangat cemas bahwa kondisi gigi dua baris ini akan membuat struktur wajah anak rusak atau menyebabkan gigi anak menjadi berantakan secara permanen. Faktanya, kondisi ini tidak langsung berbahaya asalkan dipantau dengan baik.
Keberadaan dua lapis gigi pada fase awal tidak menyebabkan kerusakan struktural instan. Yang perlu diwaspadai adalah efek samping kebersihannya: celah sempit di antara gigi susu di depan dan gigi permanen di belakang menjadi tempat persembunyian favorit sisa makanan dan plak bakteri. Area ini sangat sulit dijangkau oleh bulu sikat gigi biasa, sehingga rentan memicu peradangan gusi (gingivitis) atau menyebabkan lubang karies pada gigi permanen yang baru saja tumbuh.
Selain itu, jika gigi susu yang menjadi penghalang dibiarkan menempel terlalu lama berbulan-bulan tanpa adanya evaluasi dokter, gigi permanen dapat terkunci pada posisi yang salah (crossbite anterior atau rotasi parah), yang di kemudian hari dapat memperumit susunan gigitan anak dan membutuhkan perawatan ortodonti atau pemasangan behel gigi anak.
Kapan Boleh Dipantau di Rumah dan Kapan Harus Segera Diperiksa?
Tidak semua anak yang memiliki gigi permanen di belakang gigi susu harus langsung ditindak saat hari pertama terlihat. Anda dapat membedakannya berdasarkan panduan evaluasi mandiri berikut:
Kapan Aman untuk Dipantau di Rumah (1 hingga 4 Minggu):
- Gigi susu di depan sudah mulai menunjukkan tanda-tanda kegoyangan (goyang ringan hingga sedang saat digerakkan jari bersih).
- Gigi permanen di belakang baru muncul sedikit seperti ujung putih kecil (kurang dari sepertiga mahkota).
- Anak tidak mengeluh sakit saat mengunyah atau berbicara.
- Gusi di sekeliling kedua gigi tampak sehat, berwarna merah muda, dan tidak ada pembengkakan atau nanah.
- Tindakan orang tua: Berikan anak makanan yang merangsang gigitan seperti potongan buah apel segar, wortel rebus renyah, atau jagung rebus, dan ingatkan anak untuk sering menggoyang-goyangkan gigi susunya menggunakan ujung lidah secara bersih.
Kapan Harus Segera Diperiksakan ke Dokter Gigi Spesialis Anak:
- Gigi susu di depannya sama sekali tidak goyang (tetap terasa sangat kokoh seperti batu) padahal gigi permanen di belakangnya sudah tumbuh semakin tinggi melewati separuh mahkota.
- Telah dipantau selama 3 sampai 4 minggu namun tidak ada perkembangan kegoyangan sama sekali pada gigi susu.
- Gusi anak tampak bengkak kemerahan, berdarah, atau anak mengeluh kesakitan saat makan.
- Gigi permanen tumbuh miring ekstrem atau bergeser menekan gigi seri di sebelahnya hingga bengkok.
- Terjadi pada gigi geraham atau gigi seri rahang atas, di mana adaptasi lidah tidak sebaik pada rahang bawah.
Apakah Gigi Susu Selalu Harus Dicabut oleh Dokter?
Keputusan klinis untuk melakukan pencabutan gigi susu (ekstraksi) tidak diambil secara sembarangan. Dokter gigi spesialis anak akan menilai rasio manfaat dan risiko bagi tumbuh kembang rahang si kecil.
Jika pada saat pemeriksaan dokter melihat bahwa akar gigi susu masih sangat panjang dan tidak ada tanda-tanda resorpsi fisiologis sementara gigi permanen terus terdesak ke arah belakang, maka pencabutan gigi susu menjadi tindakan terbaik untuk membuka jalan. Pencabutan ini akan menghilangkan rintangan mekanis utama, sehingga gigi permanen memiliki ruang untuk bergeser ke lengkung yang benar.
Sebaliknya, jika dokter menemukan bahwa gigi susu sudah goyang derajat dua atau tiga dan akarnya hampir habis terserap, dokter mungkin menyarankan orang tua untuk membantu anak memfasilitasi pelepasan gigi susu secara alami di rumah dalam waktu beberapa hari ke depan tanpa perlu tindakan invasif. Anda dapat membaca panduan lengkap mengenai prosedur cabut gigi sulung yang aman.
Apa Saja yang Diperiksa oleh Dokter Gigi Spesialis Anak?
Ketika Anda membawa anak ke Renie Dent Banjarmasin, dokter gigi spesialis anak akan melakukan evaluasi komprehensif yang mencakup:
- Pemeriksaan Derajat Kegoyangan Gigi: Menguji mobilitas gigi susu secara objektif untuk mengetahui sisa dukungan tulang dan jaringan periodontal.
- Pengukuran Ketersediaan Ruang Rahang: Memeriksa apakah lengkung rahang anak memiliki lebar yang cukup untuk menampung gigi permanen yang memiliki diameter lebih besar, atau apakah ada indikasi kebutuhan space maintainer.
- Arah dan Sudut Erupsi Gigi Permanen: Menilai apakah gigi baru tumbuh searah dengan bidang oklusal atau memiliki deviasi rotasi yang perlu intervensi dini.
- Pemeriksaan Radiografis (Foto Rontgen Gigi) Bila Perlu: Jika diperlukan, dokter melakukan foto rontgen periapikal digital untuk melihat panjang sisa akar gigi susu yang tersembunyi di bawah gusi dan memastikan benih gigi permanen tetangga berada dalam kondisi aman.
Apakah Gigi Permanen Bisa Kembali ke Posisi yang Benar Secara Mandiri?
Kabar baik yang sangat melegakan bagi orang tua adalah: ya, gigi permanen memiliki kemampuan luar biasa untuk bergeser maju ke posisinya yang benar secara mandiri!
Fenomena ini didorong oleh kekuatan alami otot lidah (lingual pressure). Lidah anak bekerja sebagai alat pendorong alami yang sangat kuat dan aktif setiap kali anak menelan ludah, berbicara, atau mengunyah makanan. Begitu gigi susu yang menghalangi di depan telah terlepas atau dicabut oleh dokter, lidah akan memberikan dorongan konstan ke arah depan (arah labial), sementara bibir bawah memberikan batasan keseimbangan dari arah luar.
Dalam waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan setelah gigi susu tanggal, gigi permanen yang tadinya berada di baris kedua umumnya akan bergerak maju mengisi tempat kosong tersebut hingga sejajar dengan lengkung gigi lainnya, asalkan ruang pada tulang rahang anak memang mencukupi.
Tabel Keputusan: Pantau di Rumah vs Janji Dokter vs Penanganan Segera
Gunakan tabel triase keputusan berikut untuk menentukan tindakan tepat sesuai kondisi rongga mulut anak Anda:
| Parameter Kondisi | Kategori Pantau di Rumah | Kategori Buat Janji Dokter | Kategori Tindakan Segera |
|---|---|---|---|
| Kegoyangan Gigi Susu | Goyang ringan hingga sedang | Goyang sangat minim atau tidak goyang | Tidak goyang sama sekali |
| Tinggi Gigi Permanen | Baru menyembul tipis (<1/3 mahkota) | Tumbuh 1/3 hingga 1/2 mahkota | Sudah sejajar penuh atau lebih tinggi |
| Keluhan Rasa Sakit | Tidak ada keluhan sama sekali | Ngilu ringan sesekali saat menggigit | Nyeri berdenyut, sakit hebat saat makan |
| Kondisi Jaringan Gusi | Merah muda sehat dan bersih | Tepi gusi agak kemerahan karena plak | Bengkak merah, bernanah, gusi berdarah banyak |
| Durasi Kondisi | Kurang dari 2 minggu | Sudah berlangsung 3-4 minggu | Lebih dari 1 bulan tanpa perubahan |
| Rekomendasi Utama | Stimulasi makanan renyah dan pantau | Jadwalkan evaluasi ke dokter gigi anak | Segera kunjungi klinik untuk tindakan |
Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Orang Tua di Rumah
Sering kali rasa cemas membuat orang tua tergoda untuk melakukan tindakan sendiri yang justru berbahaya bagi kesehatan mulut anak. Hindari hal-hal berikut:
- Jangan Mencabut Paksa Gigi yang Masih Kokoh: Menggunakan benang jahit yang diikatkan ke pintu atau tang rumah tangga pada gigi yang belum goyang sangat berbahaya. Tindakan ini dapat mematahkan mahkota gigi susu, meninggalkan akar tertinggal yang infeksius di dalam gusi, dan menimbulkan trauma psikologis berat pada anak.
- Jangan Mencongkel Gusi dengan Benda Keras: Jangan sekali-kali mencoba mencongkel gusi atau gigi anak menggunakan kuku, tusuk gigi, atau alat logam tajam karena dapat melukai pembuluh darah dan menyebabkan infeksi bakteri serius.
- Jangan Membiarkan Penumpukan Makanan: Mengabaikan sela gigi dua baris yang kotor dapat memicu karies dini pada email gigi permanen yang baru erupsi dan belum mengalami mineralisasi sempurna.
- Jangan Berasumsi Semua Kasus Pasti Beres Sendiri: Meskipun sebagian besar normal, ada kasus-kasus di mana posisi gigi terkunci atau benih gigi mengalami impaksi yang memerlukan penanganan spesialis sedini mungkin.
FAQ: Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah gigi hiu pada anak pasti membuat giginya menjadi tonggos atau berantakan?
Tidak selalu. Jika gigi susu yang menghalangi segera tanggal atau dicabut pada waktu yang tepat, dorongan alami lidah akan menuntun gigi permanen maju ke posisi yang rata dan rapi, asalkan ruang rahang anak mencukupi.
Apakah proses cabut gigi susu yang belum goyang terasa sakit bagi anak?
Di klinik dokter gigi anak, prosedur dilakukan dengan anestesi topikal berasa buah manis terlebih dahulu untuk mengebaskan permukaan gusi, dilanjutkan dengan anestesi lokal yang sangat lembut. Anak tidak akan merasakan sakit selama proses pelepasan gigi berlangsung.
Berapa lama waktu yang dibutuhkan gigi permanen untuk maju ke depan setelah gigi susu dicabut?
Proses pergeseran alami gigi permanen ke depan biasanya memakan waktu antara 4 minggu hingga 6 bulan, tergantung pada frekuensi dorongan lidah anak dan ketersediaan ruang pada lengkung rahang.
Mengapa gigi permanen anak yang baru tumbuh tampak bergerigi di bagian ujungnya?
Gerigi kecil di ujung gigi seri anak disebut mamelon. Ini adalah struktur perkembangan normal pada enamel gigi yang baru tumbuh dan lambat laun akan terkikis menjadi rata secara alami saat gigi digunakan untuk mengunyah.
Apakah kondisi gigi tumbuh dua baris ini bisa berulang pada gigi lainnya?
Ya, fenomena persistensi ini cukup sering berulang pada gigi seri sebelahnya atau pada sisi rahang lainnya karena faktor bentuk rahang dan pola tumbuh kembang anak yang serupa.
Kapan anak harus mulai diperiksakan ke dokter gigi saat mulai masa pergantian gigi?
Sangat dianjurkan membawa anak berkonsultasi ke dokter gigi anak di Banjarmasin setiap 6 bulan sekali sejak usia 5 tahun untuk memantau proses tumbuh gigi anak dan kesiapan pergantian gigi sulung ke permanen.
Kesimpulan
Gigi permanen yang tumbuh di belakang gigi susu adalah fase tumbuh kembang yang sangat umum dan dapat ditangani dengan sangat baik. Kuncinya adalah observasi yang cermat, menjaga kebersihan sela gigi dua baris, serta tidak ragu membawa si kecil berkonsultasi ke dokter gigi spesialis anak ketika gigi susu tidak kunjung tanggal sendiri.
Untuk konsultasi dan pemeriksaan gigi anak di Banjarmasin, kunjungi:
Renie Dent - Dokter Gigi Anak & Keluarga Banjarmasin
www.reniedent.id
Melayani pasien dari bayi hingga dewasa dengan pendekatan yang sabar, edukatif, dan ramah anak.
Referensi:
American Academy of Pediatric Dentistry (AAPD). (2023). Guideline on Management of the Developing Dentition and Occlusion in Pediatric Dentistry. Reference Manual of Pediatric Dentistry, 412-427.
British Society of Paediatric Dentistry (BSPD). (2022). Clinical Guidelines for Eruption Disturbances and Ectopic Lingual Eruption in Mixed Dentition. London: BSPD.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Standar Pelayanan Kedokteran Gigi Spesialis Anak: Gangguan Erupsi dan Persistensi Gigi Sulung. Jakarta: Ditjen Yankes Kemenkes RI.
World Health Organization (WHO). (2023). Oral Health Surveys: Basic Methods - 5th Edition. Geneva: World Health Organization.
Ikuti Edukasi Kesehatan Gigi Anak
Dapatkan video penjelasan dokter gigi, tips perawatan harian anak, dan info seputar klinik Renie Dent di media sosial resmi kami.